Pada entry kali ini, saya akan menuliskan laporan progress proyek akhir mata kuliah pemrograman internet. Tugas dari proyek akhir tersebut adalah membuat sebuah web, dan tema yang saya pilih adalah "Online Admission" atau pendaftaran online.
Rabu, 30 Oktober 2013
Senin, 16 September 2013
Install Apache Server, PHP, dan MySQL
Pada post kali ini saya akan membahas cara menginstall Apache Server, PHP, dan MySQL. Sebelumnya Anda harus tahu sistem apa yang berjalan di komputer/laptop Anda. Apakah 32-bit? Ataukah 64-bit? Hal ini sangat penting saat nanti akan menginstall MySQL. Anda dapat mengeceknya dengan membuka Control Panel -> System. Lalu cari "System Type:".
Senin, 01 April 2013
Proses Model Software
Tiap model proses software dapat mengakomodasikan aktivitas framework (Communication, Planning, Modelling, Construction, Deployment). Tapi ada banyak model cara kerja framework ini, yaitu:
Senin, 25 Maret 2013
Process Model
Software process adalah sebuah kerangka kerja dari aktivitas, tindakan, dan pekerjaan yang dibutuhkan untuk membuat software berkualitas. Dengan kata lain, software process seperti semacam peta atau petunjuk dalam pembuatan software. Akan tetapi, satu software process belum tentu cocok untuk diterapkan di proyek lainnya. Jadi seorang software engineer haruslah berpengetahuan luas agar dapat memilih atau membuat software process yang tepat untuk suatu proyek.
Senin, 18 Maret 2013
Software Engineering
Software telah menjadi kunci utama dalam perkembangan sistem yang memakai komputer. Akan tetapi kita sering tidak dapat membuat software dengan sempurna. Oleh karena itu kita harus lebih memahami software itu sendiri. Dimulai dari perbedaan karakteristik software dan hardware, yaitu:
Minggu, 17 Maret 2013
Arsitektur DBMS Multi User
A. TELEPROCESSING
Teleprocessing adalah arsitektur DBMS paling sederhana. Pada teleprocessing, data diterima atau dikirim melalui jaringan komunikasi. Satu komputer dengan CPU bertindak sebagai komputer pusat yang akan menangani semua pekerjaan (program aplikasi, DBMS, dll) dari terminal atau PC yang dihubungkan ke komputer pusat.
Teleprocessing adalah arsitektur DBMS paling sederhana. Pada teleprocessing, data diterima atau dikirim melalui jaringan komunikasi. Satu komputer dengan CPU bertindak sebagai komputer pusat yang akan menangani semua pekerjaan (program aplikasi, DBMS, dll) dari terminal atau PC yang dihubungkan ke komputer pusat.
Kamis, 19 April 2012
Pemrograman Fungsional & Notasi Fungsional
Pemrograman fungsional didasari oleh konsep pemetaan dan fungsi pada matematika. Pemrograman fungsional menggunakan fungsi-fungsi sebagai dasar dari pemecahan masalah. Bahasa pemrograman yang memakai bahasa fungsional salah satunya adalah LISP
yang dirancang oleh John McCarty pada tahun 1956 - 1958 dan mulai
diimplementasikan pada tahun 1959. Dari sinilah pemrograman bahasa
fungsional berkembang. LISP mempengaruhi beberapa bahasa pemrograman
lainnya. Salah satunya adalah Logo, bahasa fungsional yang ditujukan
untuk mengajarkan matematika secara mudah. Ada juga FORTH, bahasa
fungsional yang ditujukan untuk aplikasi sains dan teknologi yang
berkecepatan tinggi dan mempunyai ukuran program yang relatif kecil.
Lalu ALGOL60 yang sebenarnya adalah bahasa prosedural tapi dapat
menggunakan proses rekursif.
Sebenarnya dengan membiasakan diri menggunakan pemrograman fungsional, secara tidak langsung kita juga dapat mengasah cara kita berpikir secara logika dalam memecahkan masalah karena pemrograman fungsional tidak terikat pada bahasa pemrograman apapun seperti pada pemrograman prosedural. Akan tetapi, waktu pengerjaan menjadi lebih lama dan tidak efisien karena kita harus berpikir bagaimana caranya komputer dapat menjalankan program yang kita buat tanpa bahasa yang diketahui komputer. Salah satu contohnya adalah loop (perulangan). Pemrograman prosedural yang bergantung pada bahasa pemrograman pasti tahu apa itu loop, akan tetapi pemrograman fungsional tidak mengerti apa itu loop.Jadi kita memakai rekursif / rekurens sebagai pengganti loop. Sebagai contoh:
Sebenarnya dengan membiasakan diri menggunakan pemrograman fungsional, secara tidak langsung kita juga dapat mengasah cara kita berpikir secara logika dalam memecahkan masalah karena pemrograman fungsional tidak terikat pada bahasa pemrograman apapun seperti pada pemrograman prosedural. Akan tetapi, waktu pengerjaan menjadi lebih lama dan tidak efisien karena kita harus berpikir bagaimana caranya komputer dapat menjalankan program yang kita buat tanpa bahasa yang diketahui komputer. Salah satu contohnya adalah loop (perulangan). Pemrograman prosedural yang bergantung pada bahasa pemrograman pasti tahu apa itu loop, akan tetapi pemrograman fungsional tidak mengerti apa itu loop.Jadi kita memakai rekursif / rekurens sebagai pengganti loop. Sebagai contoh:
Langganan:
Postingan (Atom)